Custom ‘65 Raleigh

HIGH, STONED ‘N KNOCKED-OUT ONTEL

Main ontel jangan terlalu serious, it’ll make ya lose yer mind, it’ll make ya lose yer care for wife ‘n kid, it’ll make ya lose interrests in prayin’ …

Ride Wise, Ride Safe, Make ’em proportionally cared and handled (Yer Ride, Wife ‘n the Kid). Give yer wife “Ammunition” (Money) and yer Kid a quality time with his mom ‘n dad.

By doin’ it, God’ll shine on you, yer family and finally He’ll guide ya to the Onthel that ya been lookin’ all these years.

May God shine His Light on Us Onthellers all over the universe!

Taroena Wieradjaja,

Koembang Van Buitenzorg.

Just a few words from Nobody.

ORIGINALITAS VS UTILITAS KERETA ANGIN

Nah di kesempatan ini gue mau ngomongin soal Originalitas versus Utilitas. Buat saya originalitas duduk di posisi teratas dari Skala Prioritas kalo kita ngomongin onthel yang vintage.

Tapi tentu ini bukan harga Mati dan orang harus bayar mahal untuk bisa Original, seperti saya sendiri. Saya lihat budaya Custom Motorcycles (Harley-Davidson) yang ada di Amerika juga di Indonesia juga bisa diterapkan di Scene Ol’ Bicycle di organisasi manapun (KOBA. BOC.PASTOP,POC, PASKAS DLL).

Bukannya bela diri nih, contohnya saya sendiri, untuk jalan kemana-mana prinsip Bike to Shop (Belanja keperluan pribadi/keluarga) keliling kampung saya mengendarai Raleigh-NOTTINGHAM-ENGLAND DL-1 (The LasT of The Great Heron Badge) Custom.

Artinya apa tuh? gini nih, Raleigh itu kondisinya udah nggak ori lagi alias cuman batang & logo depan aja yang ada. Tapi masa’ gue harus nunggu dan cari mati-matian barang ori hanya untuk gue bawa jalan atawa belanja keperluan rumah tangga atau Gig sama temen-temen, buat gua itu nggak masuk akal cing!.

Jadi buat saya, originalitas itu sangat krusial, tapi ingat bung kita nggak bisa ngandelin ontel yang vintage kalo nggak punya ontel yang udah carut marut tapi masih bisa di dandanin Custom trus bisa Servin’ the rider n’ the family themselves (berguna buat pengendara juga keluarganya gitu…).

Sudah saatnya “buat saya” untuk nggak lagi diperbudak barang. Tapi kenapa nggak kita pake barang itu (Ontel Custom) untuk memenuhi kebutuhan kita (utilitas) seperti jalan-jalan sore, belanja roko’ Keq atau apalah.

Kesimpulannya, Onthel Custom memiliki Utilitas tinggi untuk kita pake sehari-hari and onthel vintage bisa kita jadiin Mojo (Jimat/Bs. Belanda) kesayangan yang cuma dengan memandanginya aja kita udah “Orgasme”.

Jadi (pernah gue temuin) jangan terlalu gerah-lah ngeliat ontel Custom, pake ngomong … oh ini udah nggak ori yah, eh itu nya udah buatan China yah? dll. 

Thanks man.

Taroena Wieradjaja.

Koembang Van Buitenzorg.

EMPO VORDEN HOLLAND

Handelmerks Rijwielfabriek EMPO Vorden Holland, nah itulah Onthel kesayangan gue yang gue dapet dari seorang kake2 tua di sekitar Bogor. Waktu itu gue cuma tau satu brand sepeda Belanda yaitu Gazelle & gue kebetulan punya poster originalnya. Setelah cari referensi kemana-mana termasuk ke sanak family di kampung & kota eeeh gue dapet lagi nama nama seperti Fongres (Fongers), Bataves (Batavus), Hember (Humber) dll. Gue belom denger tuh yang namanya Empo, terus dapet tuh yang namanya website rijwiel.net. dari situ gue punya data2 banyak soal sepeda made in Holland. Sejak itu gue banggain banget tuh yang namanya Empo.

Oh ya speknya waktu gue dapetin gini nih: jenis (maten)nya Dames, Panjang Neck 28 Cm, Masih ada Logo Depan & Belakang (minus lampu rem), Tutup rante ada (minus tutup sproket Depan & belakang), Lampu headlightnya buatan Holland merknya FAKO (ada spidometernya loh), kalo velg gue rasa udah rombakan. Tapi tetep aja gue happy dengan keadaan OMAFIET yang gue punya. next time gue kirim foto2nya.

salam kenal,

Taroena Wieradjaja,

Koembang Van Buitenzorg

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!